Saat ini, Endarmy juga tengah memperjuangkan sedikitnya 20 unit rumah di daerah pemilihannya untuk mendapatkan bantuan bedah rumah sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, anak Maryunis, Fadil, mengungkapkan bahwa orang tuanya selama ini menggantungkan hidup dari berladang. Namun, banjir yang merusak lahan garapan serta seringnya rumah terendam air memaksa kedua orang tuanya mengungsi ke rumah kontrakan.
“Rumah ini dibangun seadanya karena keterbatasan biaya. Selama ini belum pernah ada bantuan yang masuk,” ujar Fadil.
Kepala Desa Punggung Lading, Aulia Mardhi Arif, menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk mengawal seluruh proses administrasi. Surat keterangan status tanah yang tidak bersengketa telah diserahkan langsung kepada Endarmy sebagai syarat agar bantuan dapat segera direalisasikan.(Rds/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












