Pada tahun 2024 lalu, Megawati menjadi salah satu juri dari ZAHF dan mengikuti rapat dewan juri di Vatikan. Saat itu, Basarah ikut mendampingi Megawati dalam rapat-rapat Zayed.
Hasto menyebut, Megawati dalam forum ZAHF memperjuangan organisasi Islam terbesar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah menjadi pemenang dalam kategori organisasi kemasyarakatan (civil society organization) yang diumumkan di Abu Dhabi, UEA.
Basarah pun memperkuat pernyataan Hasto dan membagikan pengalamannya saat mendampingi Megawati di rapat Zayed.
“Dalam berbagai rapat saat itu, Ibu Megawati mampu meyakinkan para dewan juri bahwa NU dan Muhammadiyah layak menjadi pemenang,” ujar Basarah.
“Selain menghadiri seremoni Zayed Award 2026, Ibu Megawati akan berbicara di International Human Fraternity Majlis membahas tentang kepemimpinan perempuan. Di forum ini Ibu Megawati berbicara bersama sejumlah pemimpin perempuan dunia, seperti Ibu Negara Libanon, Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia, dan sejumlah lainnya,” tambah Basarah.
Tak hanya hadir di forum internasional, Megawati juga diagendakan bakal bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.
“Pertemuan dengan Pangeran Khaled UEA ini pun menjadi momen spesial tersendiri. Di tahun 2025 lalu, Ibu Megawati juga bertemu langsung dengan Pangeran Al Nahyan UEA tersebut,” jelas Basarah.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












