Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam pidatonya menegaskan bahwa kehadiran klinik ini adalah bukti nyata dari tema HUT partai tahun ini, Satyam Eva Jayate atau Kebenaran Pasti Menang. Hasto menekankan bahwa bagi partai berlambang banteng moncong putih, kemanusiaan selalu berada di atas kalkulasi politik elektoral.
“Gerak kemanusiaan itu muncul dari hati nurani yang paling bening. Ketika untuk gerak kemanusiaan saja ada yang menghambat, maka mereka tidak memahami makna hakiki dari kemanusiaan tersebut. Selama rakyat menderita, suara kemanusiaan kita berbicara jauh di atas kalkulasi hitung-hitungan urusan elektoral politik,” kata Hasto.
Ia juga menambahkan bahwa klinik ini harus menjadi tempat di mana rakyat merasa dimanusiakan. “Hadirnya klinik ini akan menjadi bagian dari tangan kiri partai kita untuk bersikap progresif dalam menyelamatkan rakyat. Sedangkan tangan kanan kita adalah manajemen pelayanan dengan tulus tanpa diskriminasi. Di klinik ini, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tetapi rakyat ditanya apa penyakitmu,” tambahnya.
Acara peresmian ini turut disaksikan langsung oleh jajaran tokoh penting yang hadir memberikan dukungan penuh. Tampak di antaranya Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, ST, yang didampingi oleh Sekretaris DPC Kota Sukabumi sekaligus pimpinan DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari, SE, serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi Iwan Adhar Ridwan. Hadir pula Ketua DPC Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman bersama para anggota Fraksi PDI Perjuangan dari wilayah Kota maupun Kabupaten Sukabumi. Hadir juga Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten Wanto Sugito.
Sementara itu, dari pihak eksekutif, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, S.E., M.M., memberikan komitmen besar dengan mengumumkan penghapusan seluruh retribusi kesehatan di Puskesmas dan Klinik per 1 Januari 2026.
“Wali kota yang sekarang berkomitmen untuk menyelesaikan hak-hak dasar masyarakat Kota Sukabumi, dan itu sejalan juga dengan PDI Perjuangan,” ujar Ayep Zaki.
Di sisi medis, operasional klinik ini dipercayakan kepada dr. Runtun yang menjabat sebagai direktur. Peresmian ditutup dengan peninjauan fasilitas ruang rawat inap yang menyediakan 20 tempat tidur, menjadi simbol bahwa api kemanusiaan di Sukabumi kini telah menyala kembali untuk melayani rakyat selama-lamanya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












