DPRD Sumbar Apresiasi dan Dukung Penuh Masuknya Silek Tradisi Sebagai Program Ekstrakurikuler Wajib di Lembaga Pendidikan

DPRD Sumbar Apresiasi dan Dukung Penuh Masuknya Silek Tradisi Sebagai Program Ekstrakurikuler Wajib di Lembaga Pendidikan
120x600
a

“Seperti cabang bela diri lainnya, Silat bisa menjadi benteng bagi generasi muda baik bertahan secara fisik maupun meningkatkan kekuatan mental dan rasa percaya diri dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.

Silat Tradisi juga bisa menjadi ajang prestasi melalui kompetisi olahraga pelajar baik secara akademik maupun non-akademik. Cabang olahraga bela diri ini sudah masuk sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan di berbagai kejuaraan dan ajang olahraga baik daerah maupun nasional.

Baca Juga :  Museum Mohammad Syafe’i INS Kayu Tanam Diresmikan Oleh Menteri Kebudayaan

Wakil Gubernur Sumatera Barat dalam peluncuran tersebut menegaskan, dari lebih 200-an aliran Silat Tradisional yang ada, saat ini tersisa hanya sekitar 50-an. Hal itulah yang menjadi dasar untuk memasukkan Silat Tradisi sebagai program ekstrakurikuler ke sekolah agar warisan budaya Minangkabau tersebut tidak hilang tergerus zaman.

“Ini menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian budaya Silat Tradisi agar Kembali menunjukkan eksistensinya sebagai bagian dari budaya Minangkabau dan kekayaan budaya nasional,” tegas Vasko.

Baca Juga :  Wagub Rano Lepas Kapal Pembawa Bantuan untuk Korban Bencana Alam Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Habibul Fuadi dalam kesempatan yang sama menjelaskan, Silat Tradisi sudah mulai dilaksanakan sebagai program ekstrakurikuler di sekolah sejak awal tahun pelajaran 2025-2026. Namun pelaksanaannya belum terstand arisasi secara baik.(*/Rds)

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 4 / 5. Vote count: 1

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *