Ganjar Pranowo Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026

Otonominews
Ganjar Pranowo Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
Suasana meriah di Rakernas dan HUT ke-53 PDIP.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID– Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya akan merespons berbagai isu strategis nasional, termasuk kualitas demokrasi dan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada), dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I yang digelar bertepatan dengan HUT ke-53 partai.

Hal itu disampaikan Ganjar di sela-sela kehadirannya di acara HUT ke-53 dan Rakernas I PDIP di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, pada Sabtu (10/1/2026).

“Rakernas akan membahas isu-isu nasional, maupun lokal yang akan diperjuangkan oleh sebuah partai,” ujar Ganjar.

Baca Juga :  Sambangi DPD PDIP Jakarta, Anies: Insya Allah Terus Cerah!

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menyoroti keluhan masyarakat mengenai kebebasan berbicara dan kebebasan pers yang dirasakan menurun.

“Kita dengarkan suara masyarakat, mereka mengeluhkan: ‘Kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara? Media tidak bisa lagi bebas berbicara?’ Rasanya itu perlu kita perjuangkan. Jangan sampai nilai demokrasi kita turun. Mestinya kan kualitas demokrasi makin baik,” tegas Ganjar.

Dia juga menyebut, isu lain yang akan dibahas adalah wacana sistem Pilkada, apakah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) atau tetap secara langsung oleh masyarakat.

Baca Juga :  PDIP Kerahkan 30 Ambulance, Dokter Diaspora, Perawat, dan Tenaga Kemanusiaan Baguna untuk Pemulihan Korban Bencana Sumatera

“Dan ini akan ada pembicaraan,” kata Ganjar, menanggapi pertanyaan media.

Ganjar juga juga menyoroti dinamika politik internasional yang menurutnya menuntut partai untuk merumuskan respons kebijakan yang jelas.

“Dalam konteks politik luar negeri kita, kita tidak boleh diam pada soal seperti ini,” ujarnya.

Dia pun mengingatkan pentingnya kewaspadaan nasional dengan menyebut contoh Swedia yang telah menyiapkan panduan kesiapsiagaan bagi warganya.

“Swedia saja hari ini sudah mengirimkan [panduan] kepada rakyatnya untuk dia siap siaga dalam tiga hari hidup sendiri. Survive. Itu artinya di tengah situasi yang tak menentu seperti ini, negara mesti menyiapkan,” terangnya.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *