Kenaikan Tarif Transjakarta Ditunda, Pemprov DKI Putar Otak untuk Tutupi Kekurangan Anggaran Subsidi

Otonominews
Kenaikan Tarif Transjakarta Ditunda, Pemprov DKI Putar Otak untuk Tutupi Kekurangan Anggaran Subsidi
Nirwono Yoga
120x600
a

Terkait anggaran, Nirwono menyebut subsidi TransJakarta pada 2026 dalam APBD murni disepakati sebesar Rp3,7 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp4,1 triliun.

Padahal, kata dia, untuk mempertahankan tingkat layanan yang sama dengan 2025, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 4,8 triliun.

“Kalau anggarannya hanya Rp 3,7 triliun, maka ada dua pilihan, layanannya turun atau layanannya berhenti di tengah tahun. Tentu ini tidak kita inginkan,” katanya.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Akan Rekrut 1.652 Petugas Pemerliharaan Sarana di Level Kelurahan

Untuk memastikan layanan tetap berjalan hingga akhir 2026, Pemprov DKI berencana menambah anggaran melalui APBD Perubahan yang akan dibahas pada pertengahan tahun.

“Selisih anggaran sekitar Rp1,1 triliun akan dimasukkan dalam APBD Perubahan, sehingga layanan TransJakarta tetap sama dengan 2025 sampai akhir tahun,” ucapnya.

Dengan demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan belum ada keputusan menaikkan tarif TransJakarta dari Rp3.500 menjadi Rp5.000.

Baca Juga :  Pemprov DKI Jakarta Buka-bukaan Terkait Realisasi APBD 2025

Saat ini, kebijakan yang sedang dikaji adalah pengurangan subsidi, sebagai imbas dari pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Ditegaskan, kebijakan tersebut masih sebatas kajian internal yang tengah dibahas bersama Dinas Perhubungan dan DPRD DKI Jakarta. (OTN-Deman)

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 4.5 / 5. Vote count: 2

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *