Lebih lanjut, Muhidi menyebutkan bahwa pada periode Maret hingga April intensitas hujan diperkirakan meningkat, meskipun tidak separah siklon tropis. Sementara itu, pada Mei hingga September cuaca diprediksi cenderung panas. Memasuki Oktober hingga Desember, Sumatera Barat diperkirakan kembali memasuki musim hujan.
Menurutnya, percepatan dan akurasi pendataan sangat menentukan keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi, terutama untuk pekerjaan fisik dan pemulihan sarana publik yang sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemerintah pusat dalam menyusun skema pemulihan. Selain itu, perlu pemetaan kemampuan keuangan daerah serta potensi dukungan dari berbagai pihak, termasuk donatur.
“Skema pemulihan harus mencakup kemampuan fiskal daerah dan potensi dukungan eksternal agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





