Tinjau Taman Gapura Muka Cakung, Gubernur Pramono: Dipasang Lampu Penyeberangan dan Tanaman Buah-buahan

Tinjau Taman Gapura Muka Cakung, Gubernur Pramono: Dipasang Lampu Penyeberangan dan Tanaman Buah-buahan
120x600
a

Gubernur Pramono menegaskan, Taman Gapura Muka Cakung tidak direncanakan untuk dibuka selama 24 jam. Menurutnya, taman tersebut berbeda dengan taman-taman besar yang memiliki fasilitas lengkap, seperti Lapangan Banteng.

“Saya tidak ingin taman seperti ini tidak termonitor dengan baik. Berbeda dengan taman yang fasilitasnya sudah lengkap. Ke depan, kita juga akan segera meresmikan Taman Bendera Pusaka dengan jogging track sepanjang sekitar 1,2 kilometer sebagai alternatif baru bagi warga Jakarta untuk berolahraga, sehingga tidak hanya terpusat di Gelora Bung Karno (GBK),” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Pramono Gelar Kompetisi Ide dan Gagasan Gen Z Menuju 500 Tahun Kota Jakarta 2027

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang semakin hijau dan nyaman. Seluruh ruang publik yang tersedia akan dioptimalkan melalui konsep ruang terbuka hijau tematik, seperti vertical garden, rain garden, hingga ruang aktivitas kreatif di bawah jalan layang.

“Kita ingin warga Jakarta merasakan kenyamanan. Ruang-ruang yang ada akan kita manfaatkan bukan hanya untuk penghijauan, tetapi juga untuk kegiatan positif seperti olahraga, seni, dan aktivitas komunitas,” tandasnya.

Baca Juga :  Pengerukan Kali Sepak Kembangan, Gubernur Pramono: Jaga Daya Tampung Air Sungai

Taman Gapura Muka Cakung mengadopsi konsep ecological space melalui penerapan sistem rain harvesting dan rain garden yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, taman ini juga berfungsi sebagai ruang publik perkotaan (urban space) yang mendukung konsep Transit Oriented Development (TOD), karena terhubung dengan sistem transportasi publik dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Taman ini dilengkapi berbagai fasilitas, antara lain jogging track, children playground, jalur refleksi, urban farming, amphitheater, seating area, serta area plaza untuk kegiatan masyarakat. Seluruh fasilitas dirancang secara fungsional tanpa elemen yang mendukung aktivitas bermalam, sehingga aspek keamanan dan ketertiban tetap terjaga. (OTN-Deman)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *