“Mereka hadir di Ranah Minang. Bukan untuk dipuji, bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk saling menguatkan dan mempercepat penanganan. Kita buktikan, dari kebersamaan inilah Sumatera Barat akan bangkit kembali,” lanjutnya.
Diketahui, Pemprov Sumbar juga telah memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari ke depan, hingga 22 Desember 2025. Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi dan pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan verifikasi data kerusakan dan kerugian.
Berdasarkan data terbaru, bencana hidrometeorologi di Sumbar telah menyebabkan 235 orang meninggal dunia, 93 orang hilang, 113 orang luka-luka, dan 256.881 jiwa terdampak di seluruh daerah.(adpsb/Rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












