Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Bakti Sosial dan Natal Peradi SAI, Filipus Arya, menjelaskan penyederhanaan perayaan muncul dari arahan langsung Ketum (Harry Pontoh). Ia menilai keputusan tersebut terbukti tepat setelah munculnya bencana besar yang memerlukan perhatian kemanusiaan tinggi.
“Sikap Ketum (Harry Pontoh) sangat tepat karena beliau meminta perayaan dilakukan sederhana tanpa kemewahan berlebihan. Arahan tersebut menjadi relevan karena masyarakat kini menghadapi bencana besar di sejumlah daerah,” jelas Arya.
Peradi SAI juga menyiapkan donasi untuk diserahkan secara langsung melalui Palang Merah Indonesia bagi keluarga terdampak banjir. Bantuan ditujukan terutama kepada masyarakat rentan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Lebih jauh, Harry mengatakan tradisi berbagi dapat menguatkan kesadaran kemanusiaan dalam profesi advokat di seluruh Indonesia. Langkah sosial ini harus menjadi dasar perubahan budaya organisasi menuju kebermanfaatan nyata.
Dalam perayaan Natal kali ini dan yang baru pertama dilaksanakan di sebuah SLB (Sekolah Luar Biasa) Yayasan Elsafan sangat meriah karena turut hadir para siswa, serta para pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PERADI-SAI Jakarta. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











