Memahami Metode Pelaporan Pelanggaran HAM, Andreas Harsono: Jaga Akurasi, Objektivitas, dan Verifikatif

Hindari Bias Politisasi

Otonominews
Memahami Metode Pelaporan Pelanggaran HAM, Andreas Harsono: Jaga Akurasi, Objektivitas, dan Verifikatif
120x600
a

Penanganan Risiko Kesalahan Data

Menanggapi risiko kesalahan data dalam laporan, Andreas menegaskan mekanisme ralat merupakan bagian dari etika jurnalisme.

Ia menyebut ralat adalah praktik yang biasa dalam jurnalisme. Bila salah harus ralat. Makin lama ralat dilakukan makin besar dampaknya pada reputasi organisasi kami.

“Minta maaf adalah bagian mendasar dalam jurnalisme,” ujar Andreas.

Menurut dia, langkah perbaikan yang cepat menjadi kunci untuk menjaga kredibilitas lembaga.

Baca Juga :  Hasto: KPK Harus Adil dan Ikut Patuh pada Hukum, Jangan Ada Politisasi

Laporan HAM Kerap Digunakan Banyak Pihak

Andreas mengakui laporan HAM sering dimanfaatkan berbagai pihak untuk tujuan yang beragam. Namun ia menekankan hal tersebut berada di luar kendali penyusun laporan.

“Laporan Human Rights Watch sering dipakai oleh banyak pihak, sesuatu yang lazim, dari masyarakat sipil sampai aparat hukum, dari media sampai masyarakat adat,” katanya.

Ia memastikan bahwa fokus utama tetap pada disiplin metode penyusunan laporan.

Baca Juga :  Wakil Bupati Solok Serahkan LHP BPK atas Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2024

“Soal siapa yang mengutip, tentu saja, tergantung pihak yang mengutip. Laporan ini terbuka, bisa dibaca dengan bebas,” ujarnya.

Dengan penjelasan tersebut, Andreas menegaskan bahwa objektivitas, disiplin verifikasi, dan komitmen terhadap standar internasional tetap menjadi landasan utama dalam kerja advokasinya di bidang hak asasi manusia.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *