Ia menegaskan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan sudah lama terjadi di Indonesia dan berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat dalam memperluas pemukiman serta membuka lahan pertanian.
“Karena kebutuhan membuka lahan terus meningkat, penyuluhan seperti ini sangat penting agar masyarakat dapat mengelola lahan secara bijak tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan,” ungkapnya.
Sebagai penyelenggara kegiatan, H. Rahmat Saleh menekankan pentingnya memberi edukasi kepada masyarakat mengenai cara membuka lahan yang benar.
“Kita ketahui bersama persoalan kebakaran hutan ini. Cari makan itu penting, membuka lahan penting, tapi jangan sampai merusak alam,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa alam adalah pemberian Allah yang harus dijaga bersama. Kerusakan lingkungan akan berdampak pada masyarakat sendiri.
“Hari ini sudah hadir tim Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera yang akan menjelaskan bagaimana cara membuka lahan yang baik sehingga tidak merusak alam di sekitar kita. Mari kita simak dan kita amalkan,” sambungnya.
Sebagai penutup, kegiatan Sosialisasi Masyarakat Peduli Api diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta dan H. Rahmat Saleh beserta para narasumber. Pada kesempatan yang sama, Rahmat Saleh juga melakukan penyerahan secara simbolis alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok-kelompok tani di Kabupaten Solok sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani.(Rds/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






