Gubernur, menjelaskan pemanfaatan biogas juga bisa membantu warga dalam menyiapkan gas LPG dan meringankan beban ekonomi keluarga.
“Ini akan memberikan manfaat dan juga secara ekonomi sangat-sangat membantu, karena tadi dihitung bagi keluarga yang satu atau dua anak. Warga akan bisa berhemat sampai dengan 1,2 juta per tahun, sehingga dengan demikian ini memberikan dampak yang sangat positif,” ujar Gubernur.
Pramono Anung, menyempatkan diri meninjau pemanfaatan biogas hasil pengolahan limbah tinja yang digunakan warga untuk kegiatan memasak sehari-hari.
Bahkan, Gubernur turut mencoba langsung hasil biogas tersebut dengan menggoreng telur dan membagikan kepada awak media dilokasi.
“Saya tadi juga goreng telur sendiri, yang satu untuk teman-teman wartawan, satu lagi untuk Pak Camat. Hasil gorengan saya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Munjirin, menegaskan selain pemanfaatan instalasi tangki septik komunal menjadi biogas di tiga tempat yang baru diresmikan, Ia merencanakan biogas ini akan disalurkan ke rumah warga setelah menyelesaikan pemasangan tangki septik.
“Ini (biogas) adalah yang khusus di tiga tempat. Tapi, kita tetap menyelesaikan yang bukan biogas, seperti tangki septik skala perumahan juga kita selesaikan. Tangki septik komunal juga tetap berjalan meski tidak biogas.” Jelasnya
Ia menjelaskan, sejak ground breaking pertama di Bidara Cina hingga sekarang, kami telah melayani hampir 3.000 kepala keluarga dengan sistem sanitasi layak. Program ini akan terus berlanjut untuk menjangkau lebih banyak warga Jakarta Timur.
“Dulu, sebagian warga belum memiliki fasilitas sanitasi memadai. Sekarang, semua sudah tertangani. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini diubah menjadi biogas yang bisa digunakan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Munjirin dikutip Jumat(14/11/2025). (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












