Bahkan, sudah kordinasi dengan bagian Kredit BRI beberapa tahun lalu, untuk diputihkan /keringanan namun tidak mendapat jawaban. Selain itu, ada pinjaman istri tersisa Rp 6 juta. Namun, bunga Bank saat ini tetap berjalan dan dihitung. Saat ini terhutang menjadi Rp 9.900.000, dan tidak diberi lagi pinjaman.
Untuk usaha kecuali melunasi semua hutang beserta bunganya, jelas ini sangat berat. Bahkan, bertolak belakang dengan komitmen Presiden dan Menterinya. “Saya berniat melanjutkan pinjaman untuk menutup hutang lama dengan skema pinjaman baru. Karena saat ini, sedang membutuhkan modal untuk menjalani usaha. Padahal, saya memiliki tempat sendiri yang strategis. Sayangnya, ketiadaan modal membuat terpuruk,” ujarnya sedih.
Presiden dan Menteri Keuangan yang hebat, ternyata di lapangan belum bisa direalisasikan dengan baik. “Selain saya, masih banyak pelaku UMKM yang dipersulit mendapatkan kredit dari Bank BRI,” sebut Mirhan lagi. (HAS)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






