Selain aspek legislasi keuangan daerah, Samuel juga menyoroti sektor kesehatan masyarakat. Ia mendorong percepatan pembangunan Posyandu di RW 10 Kayuringin, yang dinilai penting untuk memperluas akses layanan kesehatan dasar, terutama bagi ibu dan balita.
Di sisi lain, Samuel membawa kabar positif terkait peluang kerja di dapur MBG, yang dapat dimanfaatkan warga yang belum memiliki pekerjaan tetap. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
Reses kali ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Warga menyampaikan beragam persoalan mulai dari perbaikan infrastruktur, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi. Semua masukan tersebut, kata Samuel, akan menjadi bahan kajian DPRD dalam fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
“Setiap suara yang kami dengar di masa reses akan kami bawa ke meja pembahasan DPRD. Ini bagian dari tanggung jawab kami agar kebijakan yang lahir benar-benar berakar dari kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.(Adv)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





