2. Optimalisasi pendapatan non-tiket melalui pengembangan kawasan Transit-Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun.
3. Rekapitalisasi proyek dengan dukungan sovereign wealth fund seperti Danantara atau INA.
4. Privatisasi sebagian saham KCIC untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas tata kelola.
Nevi menekankan bahwa proyek infrastruktur strategis seperti Whoosh harus menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, bukan beban fiskal jangka panjang.
“Proyek ini harus menjadi aset produktif, bukan beban. Pemerintah harus berani membuka opsi baru agar Whoosh menjadi contoh keberhasilan bangsa, bukan simbol pemborosan,” tegasnya.
Dengan sikap kritis dan konstruktif tersebut, Nevi berharap pemerintah mampu menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi nasional dan efisiensi investasi publik, sehingga proyek besar seperti Whoosh benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










