Uji coba menunjukkan hasil positif: petasol yang dihasilkan mampu menggantikan fungsi solar pada tiga jenis mesin, yaitu mesin Dongfeng milik PDU Karimunjawa, excavator di TPA, dan perahu nelayan.
Fajriyah menegaskan, hasil ini membuka peluang baru bagi masyarakat pesisir.
“Kami berharap bahan bakar hasil teknologi Faspol bisa menjadi alternatif energi terjangkau, terutama bagi para nelayan yang sering terkendala pasokan BBM saat musim baratan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fajriyah menambahkan bahwa penerapan teknologi Faspol sejalan dengan misi PGN untuk mendorong green tourism dan ekonomi sirkular di Karimunjawa.
“Melalui Faspol, PGN ingin memastikan pertumbuhan pariwisata tetap beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. Ini bukan sekadar solusi energi, tetapi bagian dari ekosistem pariwisata hijau yang memberdayakan masyarakat,” tutupnya.
Dengan kehadiran Faspol, PGN tidak hanya menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi lokal serta mempercepat terwujudnya destinasi wisata hijau berbasis partisipasi masyarakat di Karimunjawa.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed













