“Bagi kami, halal tidak hanya sebatas sertifikat. Halal berarti toyyib — membawa kebaikan, kesehatan, dan keberlanjutan. Di Paragon, kami memandang halal sebagai gaya hidup yang menumbuhkan kebaikan bagi manusia dan lingkungan,” ujar Dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK, FINSDV, Deputy CEO ParagonCorp.
IHATEC berharap melalui seminar ini, semakin banyak pelaku industri memahami bahwa halal bukan sekadar standar kepatuhan, tetapi juga strategi diferensiasi dan sumber keunggulan kompetitif yang berakar pada integritas.
“Konsep Authentic Halal Brand membantu perusahaan melihat halal secara lebih utuh — bukan hanya soal produk, tetapi tentang nilai yang menumbuhkan kepercayaan, loyalitas, dan keberlanjutan,” tambah Dr. Wahyu.
Dengan kolaborasi antara lembaga pendidikan halal seperti IHATEC dan perusahaan seperti ParagonCorp, diharapkan ekosistem industri halal Indonesia semakin kuat, autentik, dan berdaya saing di tingkat global.
Tentang ParagonCorp
ParagonCorp merupakan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) berbasis di Indonesia yang berdiri sejak 1985. Berawal dari PT Paragon Technology and Innovation (Paragon), perusahaan ini kini menaungi 14 merek ternama seperti Wardah, Make Over, Emina, Kahf, dan Laboré.
Sebagai produsen kosmetik halal bersertifikat Good Manufacturing Practice (GMP), ParagonCorp memproduksi lebih dari 135 juta unit per tahun dan mempekerjakan lebih dari 14.000 karyawan. Pasarnya menjangkau Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Perusahaan juga memperluas bisnis melalui unit distribusi PT Parama Global Inspira dan PT Paranova Global Optima. Dengan visi menjadi perusahaan yang tumbuh, bermanfaat, dan berkelanjutan, ParagonCorp berpegang pada lima nilai utama: Ketuhanan, Kepedulian, Kerendahan Hati, Ketangguhan, dan Inovasi.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





