Sebelumnya, Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penyelenggaraan Pendidikan DPRD DKI Jakarta M. Subki mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam mengawasi buah hatinya agar tidak terjerumus dalam budaya tawuran.
Peringatan itu disampaikan menyusul terungkapnya grup di media sosial yang digunakan untuk mengorganisasi aksi tawuran pelajar. Subki menekankan, pengaruh media sosial sangat besar karena jaringannya luas dan cepat.
Kondisi tersebut bisa berdampak negatif jika tidak ada pengawasan memadai dari orang tua maupun lingkungan keluarga.
“Kami berharap keluarga dan orang tua lebih mengawasi perkembangan anak-anak mereka, termasuk aktivitas di media sosial,” ujar Subki. Jumat.(26/9/2025)
Ia menegaskan, media sosial tidak boleh menjadi sarana lahirnya perilaku negatif di kalangan pelajar. Sebaliknya, semua pihak diharapkan aktif membangun karakter anak-anak remaja Jakarta.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa membentuk generasi berkarakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga keluarga dan masyarakat.
“Kita ingin semua pihak ikut berperan serta membangun karakter anak-anak agar menjadi generasi yang lebih baik dan menjadi harapan kita semua,” tegas Subki.(OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











