Sementara itu, Elisabeth Ratu Rante Allo menambahkan, JITEX 2025 menjadi platform strategis untuk mempromosikan produk-produk dalam negeri dan mendorong pertumbuhan UMKM. Ia menyebut, acara ini mempertemukan para pelaku usaha dengan pembeli potensial, termasuk 40 delegasi buyer internasional serta pembeli domestik dari Jabodetabek.
“UMKM memiliki peran dan potensi besar dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan rakyat. Kami berharap JITEX dapat menjadi upaya peningkatan penggunaan produksi dalam negeri dan mendorong kemandirian bangsa,” ujar Ratu.
Menurutnya, ajang ini bukan hanya memperkuat kolaborasi pelaku usaha nasional dan internasional, tetapi juga membuka akses lebih luas terhadap peluang usaha baru yang berdaya saing.
“Tahun ini, JITEX juga memberi ruang bagi partisipasi penyandang disabilitas sebagai wujud nyata inklusivitas. Kehadiran mereka mempertegas komitmen kita untuk membangun ekosistem ekonomi yang adil, setara, dan berkelanjutan,” Ungkap Ratu.
Ketua Umum Himpunan dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, menargetkan, JITEX 2025 dapat mendorong pariwisata melalui gerakan .”Belanja di Indonesia Saja, Belanja di Jakarta Aja”. Kampanye ini menjadi momentum untuk mempromosikan produk lokal berkualitas tinggi.
“Hari ini sektor riil sangat berterima kasih kepada Pemprov DKI Jakarta atas respons cepat dalam memulihkan keadaan pasca peristiwa kerusuhan beberapa waktu belakangan.” imbuhnya.
JITEX adalah kegiatan tahunan berskala internasional yang menjadi wadah pertemuan antara pelaku usaha, investor, dan mitra strategis untuk memperluas jaringan bisnis, perdagangan, serta pariwisata. Diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta, ajang ini berfungsi sebagai media promosi potensi perdagangan, pariwisata, dan investasi, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat bisnis global. Tahun 2025 menjadi kali kedua penyelenggaraan JITEX setelah sukses pada 2024. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












