Senada, Sekjen IFPI, Dr. Deby Sandra menekankan pentingnya kolaborasi dan peningkatan profesionalisme anggota IFPI.
“Munas IFPI ke-3 dan Harja IFPI ke-10 menjadi momentum bagi seluruh anggota untuk memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman, dan menyatukan langkah demi pengadaan pemerintah yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara Ketua Umum APTIKNAS, Ir. Soegiharto Santoso, menilai penandatanganan MoU antar-asosiasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan produk TIK dalam negeri dan mempercepat transformasi digital.
“Kami yakin, sinergi ini akan mengakselerasi transformasi digital dan mendukung pengadaan yang lebih efisien dan transparan,” kata Soegiharto.
Puncak ISPE 2026 akan berlangsung pada 8–10 April 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Agenda yang disiapkan meliputi pameran, seminar nasional, serta forum tematik lintas sektor. Program ini diharapkan menjadi katalis penting bagi penguatan kolaborasi menuju pengadaan pemerintah yang lebih efisien, transparan, serta berorientasi pada pembangunan hijau.
Acara peluncuran dihadiri lebih dari 150 peserta, termasuk pejabat tinggi pemerintah, asosiasi profesi, pelaku usaha, hingga tokoh strategis seperti Tenaga Ahli Utama KSP Dr. Ir. Resdiansyah, Marsekal Pertama TNI Chairul Akbar Hutasuhut dari BSSN, perwakilan P3DN Kemenperin, serta Kementerian Koperasi dan UKM.
Dengan rangkaian program edukasi, showcase teknologi, dan jejaring lintas sektor, ISPE 2026 diproyeksikan sebagai tonggak penting transformasi pengadaan berkelanjutan di Indonesia.[Zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











