Wagub Rano: Kerugian Akibat Kamacetan di Jabodetabek Mencapai Rp100 Triliun

Wagub Rano: Kerugian Akibat Kamacetan di Jabodetabek Mencapai Rp100 Triliun
120x600
a

Menurutnya sistem ini membuktikan mampu menurunkan waktu tunggu kendaraan hingga 15-20 persen.Tak hanya itu, lanjut Bang Doel, sistem ini juga menjadi basis pengawasan pajak kendaraan dan emisi.

Kemudian kolaborasi dengan pihak Polda Metro Jaya melalui Mandala Quick Response juga memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real-time berbasis Geographic Information System (GIS) terintegrasi dengan CCTV milik Pemprov DKI Jakarta.

“Kedepan, sistem ini akan diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini: Mayoritas Wilayah Jabodetabek Diguyur Hujan

Sementara itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mencatat, di tahun 2024 pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 850.901 unit.

Kalau dirata-rata kata Komarudin, jika dibagi jumlah hari kerja dalam satu tahun, maka pertumbuhan kendaraan di Jakarta teraglomerasi, sebanyak 3.000 unit setiap harinya.

“Kalau kita bagi juga 850.000, kita anggap 10 persen saja itu roda empat, berarti akan ada di kisaran angka 85.000,” ujar Komarudin.

Baca Juga :  Lima Langkah Integrasi Moda Transportasi Jabodetabek, Presiden Jokowi Tekankan Beri Kemudahan dan Kenyamanan Masyarakat

Yang terparah adalah tingkat kepatuhan lalu lintas pengendara roda dua maupun roda empat yang kian menurun.Untuk mengatasinya diperlukan kolaborasi antara Polda Metro Jaya dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

Ditlantas Polda Metro Jaya menggagas program Mandala Quick Response. Di mana saat ini tersebar 4.438 kamera untuk memantau kemacetan yang bisa dilihat secara real-time yang membantu dalam mengurai kemacetan dengan bergerak cepat, itu fungsinya. (OTN-Demen)

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *