“Banyak kawan-kawan yang eksodus (dari partai lain) masuk ke PSI. Contoh saja, sekretaris kami, Agung, merupakan eksodus dari Ketua PAC Gerindra, memilih login PSI dan siap membesarkan PSI Pemalang karena perkawanan, bentuk dari pada solidaritas. Ada juga Kyai Misbah, Kyai Muda eksodus dr PPP, log in ke PSI tanpa embel-embel jabatan struktur tapi karena mengenal sosok Ketua Mukhsinin,” jelas Slamet.
Sayangnya, mereka sangat kecewa karena ada keputusan “meng-kudeta” Mukhsinin dari kursi ketua DPD PSI Pemalang.
Kekecewaan mereka bertambah perih, karena sosok yang dipasang menjadi pengganti Mukhsinin adalah Darsono yang sama sekali tidak dikenal.
“Kami tidak kenal Darsono, dan memang kami tidak pernah tau siapa sosok yang dipaksakan menggantikan ketua DPD PSI Pemalang,” tandasnya.
Secara pribadi, Slamet menyatakan log out (keluar) dari PSI. Kekecewaan pada pengkhianatan yang dilakukan oleh pengurus pusat dengan mengganti Ketua PSI Pemalang secara sepihak.
“Saya berharap, tidak ada partai lain yang blenjani (mengkhianati) janjinya sendiri. Minimal, menjalankan mesin partai sesuai dengan yel-yel yang di gaungkan,” tuntas Slamet.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










