Menariknya, Kapolda juga mengumumkan adanya program pelatihan menanam jagung yang akan diikuti seluruh Kapolsek di jajaran Polda Riau.
Langkah ini diambil setelah evaluasi panen jagung beberapa waktu lalu menunjukkan kualitas hasil yang belum maksimal.
“Kami akan membuat pelatihan menanam jagung kepada seluruh Kapolsek. Karena hasil panen jagung sebelumnya belum maksimal, dan itu karena tidak di-treatment dengan baik. Selama ini hanya asal menanam tanpa pupuk yang tepat dan perawatan yang benar. Maka sekarang kami perbaiki,” tegasnya.
Kapolda menambahkan, pelatihan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, memperbaiki kualitas budidaya agar panen jagung bisa lebih baik dan bernilai jual.
Kedua, menjadi sarana pembinaan bagi anggota yang tengah menjalani pemutihan dari Propam, sehingga mereka bisa diberdayakan melalui kegiatan produktif.
Ketiga, memberikan bekal keterampilan bagi anggota yang memasuki masa purna tugas dalam satu tahun, baik dalam bercocok tanam maupun beternak, khususnya kambing.
Kapolda menegaskan, gerakan ini tidak hanya untuk internal Polri, tetapi juga ditujukan bagi masyarakat luas. Distribusi bibit akan diarahkan ke sekolah, rumah ibadah, komunitas hingga instansi pemerintah, dengan dukungan teknis dari dinas terkait, serta potensi dukungan CSR dari kalangan swasta.
“Kami mengajak semua pihak menjadi bagian dari gerakan ini. Satu bibit yang dirawat dengan baik hari ini adalah naungan dan oksigen untuk generasi anak cucu kita besok,” ujarnya.
Program Bank Pohon menjadi implementasi nyata konsep Green Policing dengan tagline Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.
Selain menghadirkan langkah pemulihan ekosistem dan penghijauan perkotaan, Polda Riau juga menegaskan komitmen untuk membangun kesadaran kolektif, membekali anggota dengan keterampilan baru, sekaligus memberi teladan bagi masyarakat. []
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











