“Ada yang lima tahun belum mengambil ijazahnya, ada yang dua atau tiga tahun. Bahkan ada yang sudah bekerja sambil melanjutkan sekolah. Alhamdulillah, bagi yang melanjutkan sekolah sudah menerima KJP Plus.”
“Begitu menerima KJP, jaminan untuk menyelesaikan sekolah menjadi lebih baik dan transparan,” ujar Gubernur Pramono, didampingi Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana.
Gubernur Pramono menegaskan, pemutihan ijazah menjadi prioritas kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno. Ia juga mengajak anak-anak Jakarta membuka wawasan melalui kunjungan ke tempat-tempat edukatif di Ibu Kota.
“Saya ingin persoalan pemutihan ijazah benar-benar selesai, sekaligus membuka wawasan anak-anak Jakarta untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti museum, perpustakaan, taman, dan tempat wisata edukatif,” ungkapnya.
Gubernur Pramono berpesan agar para penerima bantuan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kualitas hidup.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, raih cita-cita, dan jadilah kebanggaan bagi orang tua serta warga Jakarta yang telah memberi dukungan. Dengan kerja keras, kesungguhan, dan fokus, saya yakin ini menjadi modal untuk meraih mimpi,” tambahnya. (OTN-Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





