Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga serta Pariwisata menegaskan, program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi masyarakat, tetapi juga mempererat kerja sama antarnegara sekaligus memperkuat kolaborasi akademik untuk pembangunan daerah.
Acara peresmian PkM Internasional dan penandatanganan prasasti, MoU, MoA, serta IA pada 13 Agustus 2025 dihadiri tokoh-tokoh penting, antara lain perwakilan Bupati Karo, Caprilus Barus, S.Sos.; Wakil Rektor Bidang Akademik UT sekaligus Plt. Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D.; perwakilan Universiti Sains Malaysia, Dr. Norizan Binti Baba Rahim; Ketua Tim Pengabdian Kolaborasi Internasional USU, Dr. Nurzainah Ginting; serta para dekan dan pimpinan fakultas UT.
Direktur UT Medan, Yasir Riadi, S.S., M.Hum., menyatakan bahwa PkM Internasional ini adalah wujud nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat. “Kami ingin memberikan kontribusi langsung yang berdampak bagi perekonomian lokal sekaligus mendorong pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian dari agenda unggulan DIKTI SAINTEK BERDAMPAK yang didukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dengan dukungan lintas sektor, PkM Internasional 2025 diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat berskala internasional yang tidak hanya memperkuat branding Kabupaten Karo sebagai destinasi unggulan, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku utama industri pariwisata.
Melalui kolaborasi strategis ini, Pasar Buah Berastagi diharapkan semakin bersinar di panggung wisata nasional maupun internasional, menghadirkan pengalaman unik yang memadukan kekayaan alam, budaya, dan keramahan masyarakat Karo bagi para wisatawan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









