Mencari Kandidat Ketua Umum PPP 2025-2030

Mencari Kandidat Ketua Umum PPP 2025-2030
Bendara PPP di masa kampanye Pemilu/net
120x600
a

PPP collaps. Pemilu 2024, PPP gagal masuk Senayan. Kursi DPR RI lenyap. Saat ini, kondisi PPP hampir mati. Apa penyebabnya? Berkhianat kepada konstituen.

Parpol yang kontra konstituen pasti akan ditinggalkan. Berawal dari pilkada DKI, lanjut ke pilpres 2019 dan klimaksnya di pilpres 2024. PPP mengusung tokoh yang tidak diinginkan oleh konstituen. Dosa akumulatif PPP membuat partai berlambang ka’bah ini harus tersingkir.

Tak ada sejarahnya di Indonesia, partai yang sudah kehilangan kursi DPR RI itu bisa recovery. PBB dan Hanura adalah dua contoh partai yang punya nasib tragis. Pernah punya kursi di DPR RI, sekarang keadaannya semakin jauh dari mampu untuk bangkit.

Baca Juga :  Sembilan Tokoh Terjaring dalam Perebutan Kursi Ketum PPP

Apakah PPP akan menyusul PBB dan Hanura? Atau bisa bangkit setelah kehilangan semua kursinya di DPR? Ini tidaklah mudah.

PPP tak lagi punya energi. Berharap kebangkitan dari internal, hampir tidak mungkin. Para elitnya telah dianggap gagal untuk menjaga PPP. Mereka tak lagi bisa dipercaya untuk membawa PPP bangkit.

Di sisi lain, kader PPP masih berharap partai Islam ini bisa diselamatkan. Caranya? PPP harus dicarikan energi dari luar. Sebab, energi dari dalam sudah tidak mungkin. Lowbatt !

Baca Juga :  PPP Solok Solid Dukung Mahyeldi-Vasko di Pilkada Sumbar

Sebagian kader masih berharap PPP bisa diselamatkan oleh kader internal sendiri. Siapa kader internal yang diharapkan bisa menyelamatkan PPP?

Saat ini, tidak ada tokoh kharismatik di PPP. Tokoh sentral yang dapat mengumpulkan semua kelompok menjadi satu kekuatan. Yang ada justru sebakiknya. Elit PPP masing-masing sibuk bermanuver. Tak ada tanda-tanda para kubu itu bersatu.

Tantangan berikutnya, bahwa partai yang collaps cenderung akan ditinggalkan oleh kader-kadernya. Sebagian caleg-caleg PPP sudah akan mulai melirik dan bergabung ke partai-partai lain. Sementara calrg yang bertahan, belum tentu punya kemampuan untuk nyaleg lagi. Terutama berkaitan dengan ketersediaan logistik. Ini akan menjadi tantangan tersulit PPP untuk bangkit.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *