“Tentu ini juga akan berdampak positif terhadap kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pangkalan Susu. Tentu saja, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan operasional kami,” ungkapnya lebih lanjut.
Menurutnya pula bahwa ke dua sumur tersebut merupakan hasil dari survei seismik tahun 2021 serta kajian teknis dan engineering pada tahun 2022. Kegiatan pengeboran ini disambut antusias oleh pemerintah daerah dan masyarakat yang berharap akan kebangkitan kembali kejayaan migas di Langkat, Sumatera Utara.
Struktur migas di wilayah ini memang tergolong tua, dengan beberapa sumur berusia lebih dari seratus tahun.
Sehingga tidak mengherankan apabila Plt. Camat Pangkalan Susu, Suriadi, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan ini.
“Kami senang dengan adanya pengeboran baru dari PEP Pangkalan Susu. Semoga ini menjadi awal kebangkitan Pangkalan Susu sebagai kota minyak dan berdampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ucapnya. (Has)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






