Yayan juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia meneguhkan semangat nasionalisme serta cinta tanah air dengan cara yang sederhana namun bermakna, yakni mengibarkan Bendera Merah Putih di setiap rumah, kampus, dan lingkungan tempat tinggal.
“Ini bukan sekadar simbol, tapi bentuk nyata rasa syukur dan hormat kita atas perjuangan para pahlawan,” tukasnya.
Ajakan mengibarkan Sang Saka Merah Putih ini, lanjut Yayan, sekaligus sebagai penolakan terhadap tren pengibaran bendera-bendera fiksi seperti bendera bajak laut One Piece saat peringatan Hari Kemerdekaan.
“Bendera Bajak Laut Jelly Roger apaan itu. Enggak jelas maksudnya apa! Jangan sampai kita mengajarkan kepada anak-anak bangsa hal yang salah dan tidak tepat. Gitu loh. Bendera kita merah putih,” tegas Yayan.
BEM PTAI se-Indonesia, kata Yayan, menolak keras pengibaran bendera One Piece Jelly Roger, atau simbol lain yang tidak mencerminkan identitas dan semangat nasionalisme Indonesia.
“Aksi semacam itu bisa mencederai makna kemerdekaan dan justru memecah belah persatuan bangsa yang telah susah payah diperjuangkan para pendiri negeri ini,” ujarnya.
Terakhir, Yayan atas nama BEM PTAI se-Indonesia menyerukan agar Hari Kemerdekaan ke-80 menjadi momentum memperkuat kembali rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan persatuan lintas Agama, suku, ras dan antar golongan serta budaya.
“Mari jadikan momen ini bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga refleksi untuk terus menjaga kemerdekaan dengan mempererat persatuan,” tuntas Yayan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











