Dalam pidatonya, Megawati juga menyinggung kondisi kawasan Timur Tengah yang menurutnya patut diwaspadai karena berpotensi berdampak pada Indonesia, terutama dalam aspek ekonomi.
“Tadi saya panggil Pak Zuhairi. Saya tanya bagaimana keadaan di Timur Tengah. Dia mengatakan bahwa keadaannya tidak begitu baik. Yang saya amati terus adalah situasi antara Iran yang seolah-olah mau digempur oleh Israel,” ujarnya.
Megawati menyatakan kekhawatirannya jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terganggu akibat konflik.
“Kekhawatiran saya yang paling besar adalah kalau Selat Hormuz itu sampai ditutup. Nah, hal-hal seperti ini jangan kalian pikir pendek. Ibu ini ngapain sih ngomongin urusan luar negeri,” katanya menirukan respons yang sering ia dengar.
Megawati menegaskan bahwa isu-isu global semacam itu bisa langsung berdampak pada kehidupan rakyat Indonesia.
“Kita mesti lihat, adakah dampaknya kepada Indonesia? Sangat. Karena kalau Selat Hormuz ditutup, itu yang saya khawatirkan. Kita bisa kena dampaknya apa? Harga minyak bisa naik. Ini harus betul-betul dipelajari. Orang partai harus tahu dan paham,” tegasnya.
Megawati mengajak seluruh kader PDIP untuk terus belajar, memahami peta global, dan tidak bersikap apatis terhadap isu-isu internasional yang bisa berdampak pada stabilitas nasional.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











