“Sanitasi memang bersifat pribadi, tetapi karena kami terus berkomunikasi dengan masyarakat, RW, dan wali kota, maka persoalan seperti ini harus segera diselesaikan. Saya minta Wali Kota melaporkan dan memastikan penanganannya, terutama di wilayah padat penduduk, agar benar-benar tuntas,” pungkasnya.
Walikota Jakarta Timur, Munjirin menyampaikan, peletakan batu pertama pembangunan septic tank komunal terintegrasi teknologi tepat guna biogas & septic tank skala rumah tangga ini juga dilakukan sejumlah lokasi lainnya.
Yakni Rawa Bunga, Rambutan, Pekayon, Pinang Ranti, Cipinang Melayu, Penggilingan, Kayu Manis, Cipinang, dan Kelurahan Klender.
“Jadi ada 10 titik dan totalnya itu, dari 10 titik itu bisa mengentaskan 921 KK, jiwanya itu 2.936 jiwa. Dan ini ada yang modelnya pake biogas, ada yang pake septic tank komunal tapi pribadi. Itu yang dibantu juga dengan CSR,” jelas Munjirin.
Pembangunan tangki septik komunal ini menggunakan dana swadaya masyarakat, dana CSR, maupun dibangun oleh pemerintah. Munjirin mengakui, masih terdapat banyak masyarakat di pemukiman padat di wilayahnya yang melakukan BABS. Karena itu, pihaknya secara bertahap akan menyelesaikan masalah ini.
“Jakarta Timur itu masih cukup banyak, makanya kita cicil dari sekarang,” tandasnya. (OTN – Deman)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











