Menurutnya, sinergi antara organisasi pers dan institusi pemerintahan menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural.
Rakernas ini juga dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Mohamad Bawazeer, Penasehat KADIN Timur Tengah; KH Masyhuril Khamis, Ketua Umum Pimpinan Pusat Al-Washliyah; serta tokoh-tokoh jurnalis senior dan penggerak organisasi kemasyarakatan Islam.
Kehadiran mereka menambah legitimasi Rakernas sebagai ajang strategis untuk menyatukan visi umat melalui kekuatan informasi dan literasi.
Ketua Umum PJMI, H. Ismail Lutan, menyampaikan bahwa Rakernas kali ini menegaskan kembali urgensi peran jurnalis Muslim dalam membangun ekosistem informasi yang adil, berkualitas, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan universal.
“Kami ingin memastikan jurnalis Muslim mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap mengedepankan prinsip jurnalisme profetik, yakni jujur, amanah, menyampaikan kebenaran, dan cerdas,” ujarnya.
Diskusi publik menghadirkan narasumber lintas bidang, antara lain Dr. Ika Karlina, pakar komunikasi dari Monash University, Dr. H.M. Luthfie, akademisi Universitas Djuanda, dan pengantar dari Emily Magaziner, Public Diplomacy Officer dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Dalam pengantarnya Emily Magaziner, Public Diplomacy Officer dari Kedutaan Besar Amerika Serikat, menyampaikan, Amerika Serikat, sebagai pemimpin global dalam ilmu pengetahuan dan inovasi, terus mengembangkan teknologi AI mutakhir.
“AI mengubah cara berita diproduksi, disebebarluaskan, dan dikonsumsi, serta mengubah bagaimana para jurnalis di seluruh dunia menjalankan tugasnya. Saya harap presentasi dan diskusi hari ini memberikan kesempatan untuk mempelajari kekuatan dan potensi AI,” ujarnya.
Moderator diskusi adalah jurnalis senior H. Mohammad Anthoni. Sesi diskusi akan diikuti tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber.
“Acara ini bukan sekadar Rakernas, tapi ruang konsolidasi dan pembelajaran bersama. Kami ingin jurnalis Muslim tak hanya bertahan, tetapi juga memimpin narasi positif di tengah gempuran AI dan globalisasi informasi,” ujar Ketua Panitia, Aliyudin Sofyan.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











