“Ini menjadi keuntungan juga bagi perguruan tinggi, karena mahasiswa yang KKN akan lebih terarah, dengan program kerja yang lahir dari hasil kajian terhadap permasalahan dan potensi di nagari tempat mereka ditugaskan,” jelasnya.
Dalam program ini, perguruan tinggi akan melakukan kajian menyeluruh atas potensi dan masalah yang ada di nagari, lalu merumuskan strategi pemberdayaan yang dapat dijalankan masyarakat sebagai sumber ekonomi baru.
Syofian menyebut bahwa inisiatif tersebut merupakan langkah untuk menciptakan “Nagari Mandiri”, yaitu nagari yang mampu mengelola dan mengembangkan potensi lokalnya secara optimal dan berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Nagari yang mandiri akan menjadi penggerak utama pembangunan berbasis potensi dan kekuatan masyarakatnya sendiri,” tutup Syofian Hendri. (Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






