Kader PDIP Yogyakarta bahkan membawa 25 juta koin receh menggunakan kereta api ke Pangadilan Tipikor untuk diserahkan ke Hasto.
Eko menyatakan koin dibawa dengan kereta demi mengingat sejarah perjuangan Proklamator RI Soekarno atau Bung Karno melawan ketidakadilan.
“Mengapa naik kereta? Kita belajar dari sejarah ketika Bung Karno naik kereta saat pindah ibukota dari Jakarta ke Jogja, dengan penuh semangat Bung Karno dan para pendiri bangsa melawan kedzoliman dan ketidakadilan, melawan penjajah yang berupaya menguasai Indonesia,” kata dia ditemui di Pengadilan Tipikor, Jumat.
Koin diserahkan sebagai simbol perkara yang menyeret Hasto berstatus receh, karena tuntutan dari jaksa penuntut umum bermuatan politik.
Dia berharap hakim bisa membuat putusan adil dalam perkara Hasto, karena perkara yang ditangani jaksa tak kuat bukti.
“Kita semua hadir berjuang memberikan doa dan dukungan semoga Allah membebaskan Sekjen Mas Hasto dari semua tuntutan. Mohon doa masyarakat se-Indonesia”,” kata Eko Suwanto ditemui di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat.
Sementara itu, Sekretaris Fraksi PDIP di DPRD Kota Yogyakarta Ipung Purwandari menyatakan koin receh yang dikumpulkan sebagai simbol perlawanan dari ketidakadilan yang dialami Hasto.
“Ini simbol perlawanan atas ketidakadilan, politisasi dan kriminalisasi terhadap Sekjend PDI Perjuangan, Pak Hasto Kristiyanto. Uang receh ini berasal dari tokoh dan masyarakat Yogyakarta yang berharap dan mendoakan agar Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta berikan putusan bebas,” kata Ipung melalui layanan pesan, Jumat.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












