Ia menjelaskan, penambahan alat induced draft fan kedua juga dilakukan untuk mengoptimalkan aliran gas menuju cerobong.
“Selain itu, dua alat eksisting juga telah kami modifikasi, yakni wet scrubber dan cerobong, agar emisi yang dilepaskan ke udara benar-benar aman dan memenuhi baku mutu lingkungan,” ujarnya.
Asep mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di Jakarta yang modern, aman, efisien, berkelanjutan serta tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.
“RDF Plant Rorotan adalah wujud transisi Jakarta menuju pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan. Harapannya, melalui sistem pengendalian yang sudah diperkuat, RDF Plant Rorotan akan beroperasi secara optimal sekaligus menjadi contoh pengelolaan sampah modern perkotaan di Indonesia,” tandas Asep. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












