1. Awali hari dengan niat tulus karena Allah dan sholat tepat waktu.
2. Tetapkan target harian agar hidup lebih terarah.
3. Batasi screen time, perbanyak aktivitas fisik dan sosial.
4. Aktif dalam komunitas produktif seperti kajian atau kegiatan kerelawanan.
“Sekolah dan kampus tidak hanya tempat menimba ilmu, tapi juga menanamkan karakter. Kurikulum harus membentuk etos kerja, manajemen waktu, dan ketahanan mental,” tegasnya
Lanjutnya, kegiatan ekstrakurikuler dan bimbingan konseling juga harus diperkuat. Di perguruan tinggi, dosen harus menjadi role model dan pendamping spiritual dan intelektual bagi mahasiswa.
Prof. Rokhmin Dahuri mengingatkan, mulailah dari langkah kecil. Sholat subuh tepat waktu saja sudah langkah besar. Jangan tunggu semangat datang, tapi lakukan dulu yang kecil. Allah akan bantu ketika kita berusaha.
“InsyaAllah. Bangun masa depanmu hari ini. Jangan tunggu motivasi, tapi bangun disiplin,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan 2001 – 2004 itu.

Remaja Muslim tidak boleh lemah
Prof. Rokhmin mengajak para generasi muda Islam untuk menjadi pribadi yang aktif, positif, dan berorientasi pada kemajuan dunia dan akhirat.
Beliau mengutip Surat Al-Insyirah ayat 7: “Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain).” Sebuah seruan ilahi agar kita senantiasa bergerak, berkarya, dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.
Tak hanya itu, Prof. Rokhmin juga mengingatkan bahwa orang beriman adalah mereka yang sukses dan bahagia, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Mu’minun ayat 1-3, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalat, menjauhi perbuatan sia-sia, dan menghargai waktu.
“Remaja Muslim tidak boleh lemah, malas, apalagi tenggelam dalam overthinking. Jadilah pemenang,” tegasnya di hadapan para peserta.
Acara ini menjadi pengingat kuat bahwa produktivitas, iman, dan manajemen waktu adalah kunci menjadi generasi Islam yang unggul di era modern.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









