JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Di tengah derasnya arus digital dan budaya serba instan, generasi muda menghadapi tantangan yang tak terlihat: overthinking, kehilangan arah, dan kemalasan. Banyak anak muda tenggelam dalam scroll tanpa akhir, sibuk membandingkan hidup dengan orang lain di media sosial, hingga lupa siapa dirinya dan ke mana arahnya.
Menurut Rektor Universitas UMMI Bogor ini, media sosial kerap menjadi pemicu kegelisahan mental karena perbandingan hidup yang tak sehat. “Kemalasan itu penyakit hati,” tegasnya, mengutip doa Rasulullah SAW yang memohon perlindungan dari rasa malas (al-kasali).
Islam menekankan pentingnya produktivitas dan etos kerja. Dalam Islam, kemalasan (al-kasali) bukan hal biasa. Rasulullah saja berlindung dari itu dalam doanya. Sementara overthinking? Itu tanda iman sedang goyah, hati penuh keraguan, dan pikiran tak punya kendali.
Bahkan, Psikologi pun sepakat: overthinking adalah bentuk kecemasan yang butuh ditangani dengan pola pikir positif dan rutinitas yang sehat.

Bagaimana jika sudah terlanjur terbiasa mager dan merasa hidup tidak punya arah?
Anggota Komisi IV DPR RI itu menegaskan, bukan motivasi, tapi disiplin! Bangun subuh, shalat tepat waktu, pasang target harian, kurangi screen time, gabung komunitas produktif, dan bergerak! Jangan tunggu semangat turun dari langit, karena produktivitas itu bukan mood, tapi ibadah.
Menurut beliau, pendidikan seharusnya bukan sekadar sarana menimba ilmu, tetapi juga membentuk karakter, manajemen waktu, dan ketahanan mental. “Motivasi itu bisa hilang, tapi disiplin membentuk masa depan,” katanya dengan penuh semangat.

Jika sudah terlanjur terbiasa mager, mulai saja dari hal kecil. Bangun untuk sholat subuh tepat waktu pun sudah menjadi kemenangan besar. Karena sejatinya, perubahan besar datang dari keberanian mengambil langkah pertama.
“Mager itu dosa budaya. Overthinking itu gagal iman. Mulailah dari yang kecil, karena perubahan besar selalu lahir dari langkah pertama,” sambungnya.
Guru Besar bidang Kelautan dan Perikanan IPB University ini pun memberikan resep empat langkah untuk membangun hidup yang lebih bermakna:
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









