Lebih jauh, Restuardy menekankan peran strategis perempuan dan ibu rumah tangga sebagai ujung tombak pembangunan keluarga dan bangsa. “Ketika perempuan diberdayakan, maka lahirlah rumah tangga yang tangguh. Dan dari rumah tangga yang tangguh, lahirlah bangsa yang kuat,” ungkapnya.
Melalui bimtek ini, diharapkan peserta dapat mandiri, berinovasi, dan membuka usaha yang memberi dampak ekonomi bagi diri sendiri dan lingkungan. Pemerintah daerah pun diimbau untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mengembangkan pendekatan pembangunan yang partisipatif dan inklusif.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, kegiatan Bimtek Menjahit ini dibuka secara resmi oleh Dirjen Bina Pembangunan Daerah, menandai dimulainya upaya bersama dalam mewujudkan ekonomi kreatif berbasis keluarga dan budaya lokal.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






