Ia menekankan filosofi ‘berlari di atas kaki sendiri’ sebagai ajakan berdikari.
“Soekarno Run ini kami lakukan dengan berlari di atas kaki sendiri. Ini bermaksud mengajak seluruh elemen masyarakat, karena yang paling berharga adalah kesehatan. Lari adalah olahraga paling murah. Ketika kita berlari di atas kaki sendiri, itu artinya berdikari.”
“Yuk, rakyat Solo berdikari. Jaga kesehatan. Orang tidak punya uang, kalau sehat tidak ada persoalan. Tapi orang yang banyak uang kalau tidak sehat, itu sedih,” lanjut Rudyatmo.
Ia pun menyambut antusiasme masyarakat yang luar biasa dan menegaskan komitmen menjadikan Soekarno Run sebagai agenda tahunan.
Sementara itu, Komaruddin Watubun menyebut Soekarno Run bukan sekadar perlombaan, melainkan cara merawat semangat perjuangan.
“Ketika kita berlari, kita juga meresapi nilai-nilai perjuangan para pahlawan. Ini adalah cara kita merayakan Indonesia, bersama-sama, dengan langkah kaki dan hati yang teguh,” tutur Komaruddin Watubun.
Soekarno Run telah menjadi lebih dari event olahraga—ia menjelma menjadi panggung konsolidasi semangat kebangsaan dan kesehatan publik di tengah suasana penuh semangat dan kekeluargaan.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











