Segala hal yang mengenai keselamatan masyarakat terdampak bencana, pemenuhan kebutuhan dasar, urusan pengungsian, dana stimulan, dukungan infrastruktur pada fase tanggap darurat hingga transisi menuju pemulihan akan menjadi tanggung jawabnya.
Bukan Orang Baru di BNPB
Nama Budi Irawan sebenarnya bukan orang baru di tubuh BNPB. Pria kelahiran Surakarta, 24 Januari 1969 itu sebelumnya mengemban tugas sebagai Tenaga Ahli sekaligus Korspri (Koordinator Staf Pribadi) tiga Kepala BNPB sekaligus mulai dari, Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (alm), Letjen TNI (Purn) Ganip Warsito, dan Letjen TNI Suharyanto, terhitung mulai Januari 2019 hingga November 2023. Saat itu, Budi berpangkat Kolonel Czi (Korps Zeni).
Selama menjalankan tugas sebagai “tangan kanan” Kepala BNPB saat itu, Budi Irawan tak pernah absen mendampingi dalam melaksanakan roda kepemimpinan penanggulangan bencana di bawah bendera BNPB.
Sebelumnya, tugas-tugas yang bersifat koordinasi internal, antar lembaga maupun stakeholder lainnya menjadi makanan sehari-hari bagi Budi. Tentu saja semua itu dilakukan atas perintah Kepala BNPB demi kelancaran segala urusan penanggulangan bencana di Tanah Air.
Dalam melaksanakan amanahnya, lulusan Akmil 1991 itu terkenal sebagai sosok yang tegas namun humoris. Budi selalu cekatan dan gesit. Tidak ada kamus kata “gagal” bagi Budi saat menjalankan tugas.
Bagi Budi, waktu adalah hal yang paling berharga dan kebersamaan dengan kolega serta staf menjadi energi positif dalam menjalankan tugasnya.
Bersama para anggota dan staf yang berada di “ring 1” Kepala BNPB, Budi selalu menekankan pentingnya kekompakan, profesional, loyalitas, integritas, improvisasi dan dedikasi.
Sebelum dilantik sebagai deputi, Budi Irawan juga pernah menjabat sebagai Staf Khusus Kasad (Mei 2023-Januari 2024), Kasdam IV/Diponegoro (Januari 2024-Oktober 2024) dan PA SAHU Tk.III KASAD Bid. Jahpers (Oktober 2024).[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed










