Menariknya, survei IPO juga menunjukkan bahwa Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masuk dalam lima besar partai terpopuler. Menanggapi hal ini, Adian menyatakan bahwa PDIP menghargai dinamika demokrasi yang sehat.
Namun, ia mengingatkan bahwa popularitas harus dibarengi dengan integritas dan kesungguhan memperjuangkan rakyat. “Jangan sampai popularitas hanya menjadi alat untuk kepentingan pragmatis semata,” ujarnya.
Kepada seluruh kader PDIP, Adian berpesan agar hasil survei ini dijadikan sebagai cambuk untuk bekerja lebih keras. Ia mengingatkan bahwa partai tidak boleh berpuas diri, mengingat tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menghadapi politik uang, hoaks, dan upaya-upaya melemahkan demokrasi. “PDIP harus tetap menjadi pelopor perubahan, mengawal tugas mewujudkan isi UUD 1945,” seru Adian.
Terakhir, Adian mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu di bawah nilai-nilai Pancasila.
“Jangan biarkan politik adu domba dan kepentingan asing merusak persatuan kita. PDIP siap memimpin dengan keteladanan, kesederhanaan, dan kerja nyata untuk rakyat,” pungkas Adian.
Ia lalu menutup pernyataannya dengan seruan khas: “Hidup Rakyat Indonesia! Hidup PDIP! Bersama Megawati, Indonesia Menang!”
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











