“Nah dengan perbanyakan event ini membuat perhotelan bisa bertahan,” kata dia.
Dampak dari banyak event dan kebijakan lain dari pemerintah pusat, Pramono mengklaim pendapatan industri perhotelan khususnya di Jakarta sudah surplus sejak April 2025.
“Kalau kita lihat bahwa bulan April ini kan sudah mulai surplus, artinya memang ada langkah-langkah itu dan kami akan memberikan support sepenuhnya untuk itu,” pungkasnya.
Lain hal dengan, Ketua Badan Pimpinan Daerah PHRI DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, mengatakan dalam survei terbaru yang dilakukan ditemukan 96,7 persen hotel mengalami penurunan hunian. Akibatnya banyak pelaku usaha terpaksa melakukan PHK untuk efisiensi biaya operasional.
“Industri ini tengah menghadapi tekanan berat dari berbagai sisi. Tingkat hunian hotel mengalami penurunan, sedangkan biaya operasional meningkat tajam dan membebani kelangsungan usaha,” kata Sutrisno dalam keterangannya. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












