Gubernur Pramono optimistis kebijakannya ini bisa berdampak pada pengurangan angka kemacetan di ibu kota.
Berdasarkan laporan dari Direktur Utama Transjakarta, lonjakan penumpang hingga 110 ribu orang terjadi di setiap hari Rabu karena kebijakan ini.
“Saya meyakini mudah-mudahan ini memberikan dampak untuk mengurangi kemacetan,” jelasnya.
Pria berdarah Kediri itu menegaskan, kewajiban naik angkot ke kantor akan terus dijalankan Pemprov DKI Jakarta. Ia sendiri mengaku turut menggunakan transportasi umum dalam menjalankan aktivitas kerjanya.
“Saya sendiri konsekuen menjalankan itu. Termasuk kadang-kadang memang di kendaraan umum saya alami sendiri sampai 1 jam, 1,5 jam juga sudah pernah,” tandas Pramono. (OTN-DMN)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











