“Semua program ini bermuara pada satu tujuan: mewujudkan pemerintahan yang benar-benar hadir untuk rakyat. Jangan sampai kehadiran kita tidak dirasakan oleh masyarakat,” tegas Mahyeldi.
Ia juga mengingatkan bahwa jabatan dan anggaran adalah amanah yang harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan publik. Menurutnya, kebangkitan sejati hanya mungkin terwujud jika pemerintah mau turun langsung, mendengar dan menjawab kebutuhan rakyat.
Di akhir upacara, Mahyeldi menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas rekor pagelaran kolaborasi seni tradisi terbanyak dalam Festival Sumbar Tageh 2025. Sebanyak 808 peserta meniup pupuik sarunai secara serentak, berpadu dengan musik talempong dan gerakan silat di kawasan car free day Jalan Sudirman, Kota Padang, Minggu (18/5) lalu.

Upacara ini diikuti oleh berbagai elemen, mulai dari Forkopimda, kepala OPD, personel TNI-Polri, Satpol PP, ASN, pelajar, mahasiswa, hingga korps musik dari Dinas Perhubungan Sumbar. Semangat kebersamaan dan nasionalisme pun terasa kuat sepanjang pelaksanaan upacara tersebut. (Adv/*)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












