Syaripudin, menambahkan ada 37 perusahaan yang berpartisipasi dalam bursa kerja gelombang kedua di Jakarta Timur ini mayoritas memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda-beda.
“Yang terbaru ada perusahaan yang bergerak di bidang jasa, restoran, otomotif. Semuanya memiliki karakteristik berbeda dan mereka mencari kebutuhannya juga berbeda-beda jumlah ataupun posisinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Syaripudin mengatakan pihaknya secara konsisten akan mengevaluasi dan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan perusahaan dengan kompetensi dan keterampilan yang dimiliki warga Jakarta.
“Pemprov DKI ini sangat masif dengan program yang kita lakukan, evaluasi setiap tahun, kita nanti mau memetakan kebutuhan apa sebenarnya yang dimiliki industri wisata dan lain-lainnya,” jelasnya.
Terkait bursa lowongan kerja. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan tingkat keterserapan lulusan SMK di dunia kerja mencapai 91,58 persen pada 2024 atau naik 8,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 83,07 persen.
Pada tahun 2021, tingkat penyerapan lulusan SMK di dunia kerja sekitar 73,12 persen, lalu naik menjadi 75,72 persen pada 2022, kemudian naik lagi menjadi 83,07 persen pada tahun 2023.
Sementara itu, pengangguran di DKI Jakarta per Februari 2025 mencapai 338 ribu orang, secara persentase mencapai 6,18 persen atau meningkat 0,15 persen bila dibandingkan periode sama 2024 yang berada pada angka 6,03 persen. (dmn)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed











