“Dengan diresmikannya kebijakan ini, diharapkan masyarakat akan semakin aktif mengunjungi museum dan menjadikannya bagian dari gaya hidup urban yang sadar budaya dan sejarah,” lanjut dia.
Menurutnya, lonjakan jumlah pengunjung sebagai bukti nyata bahwa museum bukan tempat yang membosankan, melainkan destinasi yang bisa dinikmati semua kalangan, dari keluarga hingga komunitas.
Miftah menilai, museum kini bisa menjadi alternatif wisata malam yang mendidik sekaligus menyenangkan.
“Berkunjung ke museum dan mengeksplorasi saat malam hari menawarkan nuansa berbeda. Suasana yang lebih tenang dan pencahayaan yang tematik mampu memberikan pengalaman emosional dan edukatif bagi pengunjung,” katanya.
Miftah menambahkan, keberhasilan pada saat uji coba menjadi sinyal positif untuk meneruskan kebijakan ini.
Melalui berbagai program yang akan digelar di malam hari ke depannya, diharapkan semakin mendorong pengunjung, khususnya generasi muda, agar terlibat lebih jauh dalam pelestarian budaya dan sejarah didukung.
“Masyarakat kini bisa menikmati suasana museum yang lebih intim dan memikat. Kami ingin museum jadi ruang publik yang hidup, inklusif, dan relevan dengan kehidupan masyarakat Jakarta saat ini,” pungkas Miftah.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












