Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan mengatakan bahwa Holding Migas Pertamina menggenjot PGN agar meningkatkan layanan energi gas bumi yang bersih dan efisien.
Ia juga optimis, PGN dapat menjadi tulang punggung distribusi gas bumi, menuju target infrastruktur gas bumi yang terkoneksi dari Sumatera Utara hingga Jawa Timur.
“Sejalan dengan Asta Cita presiden, salah satunya adalah swasembada energi. Pertamina mendorong PGN agar melakukan peran terbaik untuk mendukung pemerintah,” kata Iriawan dalam sambutannya saar Perayaan Puncak HUT PGN ke-60 di Jakarta, Rabu, (14/5/2025).
“Saya yakin, PGN dapat menjalankan amanah strategis sebagai agen pembangunan nasional melalui utilisasi gas bumi,” lanjut dia.
Sementar itu, Direktur Utama Pertamia, Simon Aloysius Mantiri dalam sambutannya berharap PGN dapat melakukan banyak terobosan untuk maju ke depan memberikan solusi energi energi bagi Indonesia.
Seiring dengan tranformasi yang berjalan, PGN harus inovatif dan adaptif sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman.
“Pertamina dan PGN juga harus bahu membahu dalam mengimplementasikan nilai-nilai keberlanjutan dengan konsisten menyalurkan gas bumi sebagai energi yang bersih di tanah air,” kata Simon.
Sedangkan Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko menegaskan bahwa milestone PGN sebagai penyedia gas bumi di Indonesia akan terus berkembang.
Program strategis nasional seperti jaringan pipa transmisi maupun distribusi serta jargas rumah tangga tetap berlanjut, sebagai bentuk layanan PGN menghadirkan energi bersih kepada seluruh masyarakat.
Inovasi perusahaan, khususnya untuk mendukung NZE tahun 2060, PGN sedang berprogress mengembangkan Biomethane bersama konsorsium Jepang.
“PGN berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur gas bumi untuk melayani masyarakat yang lebih luas lagi. Dari titik ini, banyak challenge yang harus diatasi dengan utilisasi pipeline maupun pipeline,” katanya.
“Ada banyak titik ke depan yang perlu diraih untuk memajukan PGN dan Pertamina Grup secara keseluruhan. PGN akan terus mengupayakan kebutuhan masyarakat akan gas bumi senantiasa terpenuhi di tengah dinamika industri energi,” tutup Arief.[zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed













