Pemprov Sumbar Teken LoI dengan UniKL dan EMGS, Dorong Pendidikan Vokasi Islami Bertaraf Internasional

Pemprov Sumbar Teken LoI dengan UniKL dan EMGS, Dorong Pendidikan Vokasi Islami Bertaraf Internasional
120x600
a

JAKARTA,OTONOMINEWS.ID- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menandatangani Letter of Intent (LoI) bersama Universitas Kuala Lumpur (UniKL) dan Education Malaysia Global Services (EMGS), Senin (21/4), di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Penandatanganan ini difasilitasi oleh Badan Penghubung Setdaprov Sumbar sebagai bagian dari langkah strategis mengembangkan pendidikan vokasi berbasis nilai Islam dengan standar internasional.

Acara turut dihadiri Wakil Perdana Menteri Malaysia, Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, yang secara khusus datang untuk bertemu Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, dua tokoh asal Ranah Minang. Juga hadir Menteri Desa dan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, Presiden UniKL Prof. Ir. Dr. Azman Senin, CEO EMGS Novie bin Tajuddin, serta delegasi dari kedua negara.

Baca Juga :  Sumatera Barat Siap Jadi Green Province 2026, Targetkan Investasi Hijau Rp120 Triliun

Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen Sumatera Barat dalam membangun sistem pendidikan yang holistik, unggul dalam keterampilan teknis, serta kuat dalam nilai keislaman.

“Kerja sama ini tidak sekadar seremonial. Ini bagian dari visi besar kami menjadikan Sumbar sebagai pusat pendidikan vokasi Islami bertaraf dunia. Melalui program Huffaz Profesional TVET Minangkabau, kami integrasikan pelatihan vokasi berbasis industri dengan pendidikan Al-Qur’an dan pembentukan karakter Islami,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Bantah Informasi yang Sebut Gubernur Mahyeldi Laporkan Bupati Solok ke Kemendagri

LoI ini membuka peluang kerja sama konkret seperti pengembangan kurikulum, pelatihan tenaga pengajar, pertukaran pelajar, hingga program inkubasi kewirausahaan Islami. UniKL, sebagai institusi unggulan bidang TVET di Malaysia, siap menjadi mitra strategis Pemprov Sumbar.

Sementara itu, EMGS akan memfasilitasi mahasiswa asal Sumbar yang ingin melanjutkan studi ke Malaysia, termasuk layanan pengurusan visa, program orientasi, dan dukungan mahasiswa internasional.

Mahyeldi menegaskan bahwa kerja sama ini akan diimplementasikan secara merata, mencakup sekolah di kota besar hingga SMK dan lembaga pendidikan di daerah terpencil. Hal ini demi memastikan pemerataan akses terhadap pendidikan vokasi yang berkualitas.

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *