Tanya: Menurut Ibu, kebijakan atau perubahan legislatif apa yang paling mendesak untuk meningkatkan representasi dan partisipasi perempuan dalam politik?
Jawab: Paling utama saat ini adalah pendidikan politik bagi perempuan.
Perlu ada aturan yang mewajibkan, bahkan desakan malui aturan, bahwa memberi kesempatan dan pendidikan politik bagi perempuan harus dijalankan Partai Politik.
Kemudian soal peranan dan ruang ekspresi perempuan itu sendiri harus dibuka selebar-lebarnya.
Dan Alhamdulillah, di Partai Demokrat melalui Ketua Umum kami bapak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), keterwakilan dan raung ekspresi bagi perempuan sangat dibuka selebar-lebarnya. Itu yang membuat semua nyaman dan betah berjuang bersama Partai Demokrat.
Tanya: Seberapa efektif kebijakan kuota gender dalam meningkatkan keterlibatan perempuan dalam politik, dan apa keterbatasannya?
Jawab: Memang sudah ada aturan soal persentase keterwakilan perempuan, baik sebagai caleg maupun dalam kepengurusan.
Tapi harus ada penekanan juga bahwa posisi yang diberikan itu juga yang strategis. Misalnya caleg perempuan jangan dikasi nomor sepatu. Kader perempuan jangan mentok sebatas anggota.
Tapi Alhamdulillah, kamu di Partai Demokrat semua diposisikan dengan sama. Ketua Umum Bapak AHY sangat membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi kami Perempuan untuk berkarya dan berprestasi. Itu sangat baik yang kami rasakan di Partai Demokrat.
Tanya: Apa saran Ibu untuk perempuan muda yang ingin terjun ke dunia politik tetapi ragu karena hambatan gender?
Jawab: Kepada kalangan perempuan di mana pun, kita harus meneguhkan hati bahwa kita bisa. Yakinlah bahwa politik adalah jalan bagi kita untuk mengaktualisasi diri, tanpa harus menghilangan kodrat kita sebagai wanita.
Apalagi di zaman modern dan semua serba digital, kesempatan bagi kita untuk menunjukkan bahwa perempuan Indonesia itu hebat-hebat.
Bagian 4: Perspektif Global & Budaya
Tanya: Bagaimana sikap budaya terhadap perempuan dalam kepemimpinan berbeda di berbagai wilayah atau sistem politik?
Jawab: Kita di Indonesia kental dengan budaya patriarki. Tapi itu bukan lagi sesuatu yang menjadi alasan bagi perempuan untuk tampil. Banyak kok sekarang perempuan unggul dan membuktikan kualitas sebagai pemimpin yang baik.
Perbedaan budaya dan karakter antar-daerah juga semakin tergerus. Sebab saat ini era global, semua bisa diakses dengan mudah melalui teknologi digital. Tak ada yang bisa hidup menyepi dan lepas dari pergaulan global.
Tanya: Pelajaran apa yang bisa diambil dari negara-negara dengan partisipasi politik perempuan yang tinggi dan diterapkan di tempat lain?
Jawab: Pelajaran terpenting adalah kita harus yakin bahwa Perempuan Indonesia itu bisa dan hebat. Banyak buktinya. Tidak hanya dalam politik negara lain. Di negara kita pun banyak pemimpin perempuan yang hebat.
Bagian 5: Peran Pemuda & Pendidikan dalam Politik
Tanya: Berdasarkan pengalaman Ibu, bagaimana sikap generasi muda, terutama mahasiswa dan pelajar, terhadap perempuan dalam politik? Apakah ada perubahan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya?
Jawab: Di kalangan pemuda, saat ini justru harus ditekankan pada masalah hubungan sosial yang mulai menjauh dari etika dan budaya bangsa kita. Termasuk bagi perempuan muda.
Misalnya di media sosial, perempuan harus bijak. Jangan mudah mengambil contoh atau meniru-niru karakter negatif yang tampil di media sosial. Kita harus membangun dan belajar pada karakter luhur nenek moyang kita.
Tanya: Menurut Ibu, apakah sistem pendidikan saat ini cukup mendorong kesadaran politik di kalangan pemuda, khususnya terkait representasi perempuan dalam kepemimpinan? Jika tidak, apa yang perlu diperbaiki?
Jawab: Sistem pendidikan harus adaptif pada perubahan. Termasuk di bidang politik. Jadi makin banyak perempuan melek teknologi, tapi sangat sedikit yang melek pada politik. Di sinilah pendidikan harus hadir mengisi ruang-ruang kosong pada pendidikan politik. Jadi saat ini harus saya katakan pendidikan politik di sekolah-sekolah masih jauh dari harapan.
Tanya: Seberapa penting representasi perempuan dalam politik bagi generasi muda? Apakah kehadiran perempuan di posisi kepemimpinan benar-benar dapat mengubah pola pikir mereka terhadap politik?
Jawab: Jelas sangat penting. Sama pentingnya dengan seberapa penting perempuan muda ikut menentukan nasibnya dan nasib keluarga dan anak anaknya kelak. Dan dalam skala lebih besar, ikut menentukan nasib bangsa Indonesia kedepan. Jadi kalau ditanya seberapa penting perempuan muda masuk politik. Ya sangat sangat penting. Gitu loh.
Bagian 6: Pengaruh Latar Belakang Keluarga & Sosial-Ekonomi
Tanya: Seberapa besar pengaruh latar belakang dan dukungan keluarga terhadap keputusan perempuan muda untuk terlibat dalam politik? Dan apakah hal tersebut merupakan faktor penting dalam kesuksesan perempuan di dunia politik?
Jawab: Tentu faktor dukungan keluarga adalah elemen terpenting bagi setiap orang. Bukan hanya bagi perempuan, tapi bagi setiap orang.
Tapi khusus bagi perempuan, dukungan keluarga itu menjadi nomor satu, karena residu dari mindset lama yang menomorduakan perempuan itu masih ada, maka dukungan dari keluarga sangat penting. Baik dukungan moral, support circle, dan tentu saja dukungan ekonomi.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed





