“Penting untuk semua kita ketahui tentang pesoalan stunting menjadi persoalan kita bersama. Hari ini bagaimana inovasi kita melahirkan kepedulian umat beragama lintas agama terhadap pencegahan stunting,” katanya.
“Kita masih punya 1.588 anak yang stunting, ini tidak boleh dibiarkan karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.
Terkait program, selain BIIF, ICMI Kota Bogor memiliki program lain seperti penanganan sampah yang efektif dan efisien, program Go UMKM bagaimana meningkatkan kualitas UMKM di Kota Bogor, juga program menjaga Kota Bogor dari hal-hal yang merusak seperti judi online (judol).
“Oleh karena itu, ICMI Kota Bogor yang baru berumur satu tahun ini bertekad untuk terus melaksanakan kegiatan yang bermanfaat buat masyarakat. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain,” tutur Arief.
Sementara itu, Ketua Panitia ICMI Islamic Festival Dr Karmanah, SP.M.Si mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini bisa menjadi platform untuk menampilkan pemikiran dan karya cendikiawan serta dapat menjadi wadah untuk mempromosikan nilai Islam dan kearifan lokal.
Juga menjadi sarana untuk mengenalkan Islam yang sejati melalui kegiatan yang inspiratif menyebarkan pesan perdamaian, toleransi antar umat beragama, dan keharmonisan umat bergama dalam keberagaman Kota Bogor.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 hingga 16 Maret 2025 bertempat di Botani Square dan secara paralel di 6 kecamatan yang ada di Kota Bogor.
Kegiatan ini diisi kegiatan Bazar UMKM, Bedah buku, Islamic fashion show, festival film pendek, festival qasidah marawis, qira’atil kutub, dan ceramah singkat (Kultum) dari para tokoh agama dan cendikiawan.
Kemudian ada acara berbagi takjil, sejumlah 12.000 paket takjil akan dibagikan pada enam kecamatan. Juga penghargaan pada insan cendekiawan dan peluncuran program pemerintah Kota Bogor yaitu gema penting (gerakan umat beragama peduli stunting).
BIIF 2025 ini dihadiri banyak tokoh, mereka antara lain Ketua MUI Kota Bogor KH. TB. Muhidin, Ketua DPRD Kota Bogor Dr. Adityawarman Adil, Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP, MSi, dan lainnya. [zul]
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed









